Liputan6.com, Jakarta Samsung dikabarkan mulai serius melebarkan sayap bisnis mereka ke dunia extended reality (XR) dengan menghadirkan Samsung XR headset pertamanya.
Rencananya, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini akan memperkenalkan headset XR yang masih memakai kode nama "Project Moohan".
Mengutip laporan Newsworks via GSMArena, Minggu (31/8/2025), headset Project Moohan ini akan diumumkan dalam acara Unpacked pada 29 September, dan mulai dijual perdana 13 Oktober.
Meski headset Samsung ini hanya akan tersedia di Korea Selatan sebelum akhirnya tersedia di pasar lain, kehadiran perangkat ini sudah membuat banyak pihak penasaran.
Namun, kata “Moohan” sendiri punya makna penting. Dalam bahasa Korea, istilah itu berarti “tak terbatas”. Samsung mengaitkan filosofi tersebut dengan visi mereka untuk menghadirkan pengalaman imersif yang membuka kemungkinan baru, tanpa batasan ruang maupun interaksi.
Menurut laporan sama, harga headset XR Samsung itu tersebut di kisaran 2,5 juta hingga 4 juta won, atau sekitar USD 1.800–2.800 (Rp 29,6 juta hingga Rp 46,1 juta).
Harga Bisa Lebih Murah dari Vision Pro
Harga tersebut memang masih tergolong tinggi, tetapi sedikit lebih rendah dibanding Apple Vision Pro yang dipasarkan seharga USD 3.500 atau setara dengan Rp 57,7 juta.
Dengan selisih tersebut, Samsung berusaha menawarkan perangkat dengan nilai kompetitif, meski tetap jauh lebih mahal dibanding Meta Quest 3 yang hanya sekitar USD 500 atau setara dengan Rp 8,2 juta.
Posisi harga dipasang ini menunjukkan, Samsung mengincar konsumen kelas atas menginginkan pengalaman XR canggih, namun dengan pilihan harga yang lebih terjangkau dari Apple.
Jika bocoran harga ini benar, konsumen ingin mencoba teknologi imersif terbaru mendapatkan alternatif lain yang menarik karena adanya Samsung headset XR di pasar high-end.
Dengan kehadiran Samsung headset XR, konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih mahal untuk membeli Vision Pro.
Target Penjualan dan Ambisi Samsung
Walau harganya tidak begitu murah, Samsung dikabarkan tidak mengejar penjualan besar-besaran di awal. Perusahaan hanya menargetkan sekitar 100 ribu unit Project Moohan terjual hingga akhir 2025.
Strategi ini dinilai realistis, mengingat kondisi pasar XR masih dalam tahap perkembangan dan belum sebesar pasar smartphone seperti yang kita lihat sekarang.
Keputusan ini dinilai dapat bermanfaaat untuk perusahaan, perusahaan dapat melihat dan mengukur tanggapan pasar, lalu menggunakan masukan yang didapat untuk menyempurnakan produk di generasi berikutnya.
Di sisi lain, Samsung tidak berjalan sendirian. Mereka menggandeng Google untuk mendukung perangkat lunaknya, sehingga ekosistem XR yang ditawarkan lebih matang.
Hal ini berpotensi membuat headset XR buatan Samsung menjadi pintu pembuka ke lini produk XR lainnya dan bisa memperluas pengaruhnya di industri teknologi yang sedang menuju era imersif ini.
Pesaing Baru Muncul, Samsung Harus Waspada
Meski Samsung agresif melangkah, kompetisi di pasar XR terlihat semakin mengetat. Selain Apple dengan Vision Pro dan Meta dengan Quest 3, kini muncul pendatang dengan nama XREAL yang berencana merilis headset Android XR pada awal 2026.
XREAL bahkan digadang-gadang akan menawarkan perangkat dengan harga jauh lebih murah dengan harga USD 649 atau setara dengan Rp 10,7 juta. Hal ini berpotensi mengganggu dominasi pemain besar.
Tak hanya itu, Samsung sendiri juga sedang menyiapkan produk lain berupa smart glasses yang dijadwalkan meluncur pada 2026. Perangkat ini akan hadir dalam dua versi, dengan layar dan tanpa layar.
Jika strategi multi-produk ini berhasil, Samsung bisa membangun ekosistem XR yang lengkap. Namun, persaingan ketat dari para pesaing membuat perjalanan Samsung untuk memimpin pasar tidak akan berjalan mudah.