Liputan6.com, Jakarta - Bagi kamu yang terpaksa harus pergi atau melintasi jalan tertentu karena ada keperluan darurat, kamu dapat mengecek Google Maps untuk mengetahui ruas jalan yang bisa dilewati.
Tidak hanya menunjukkan arah jalan, Google Maps akan memberikan sejumlah informasi bermanfaat, seperti tingkat kemacetan, informasi kecelakaan, hingga akses jalan ditutup.
Saat aksi demo kali ini, Google Maps menampilkan informasi ruas jalan yang ditutup secara real time dengan simbol atau rambu dilarang masuk (simbol lingkaran merah dan garis horizontal putih di tengahnya.
Informasi ini tak bisa dipungkiri sangat berguna bagi pengguna jalan, meski kadang tak sepenuhnya akurat.
Pantauan Tekno Liputan6.com saat menggunakan aplikasi Google Maps untuk menuju Gedung DPR/MPR menggunakan sepeda motor, Minggu (31/8/2205), beberapa jalan yang ditutup di Jakarta, termasuk sekitar Jalan Gatot Subroto dan Jalan Palmerah Timur.
Teknologi di Balik Google Maps
Lantas, bagaimana Google Maps dapat memberikan informasi dengan akurat secara real-time?
Mengutip Business Standard, Google Maps mengandalkan pengumpulan data canggih, kecerdasan buatan (AI), dan analisis real-time untuk memastikan navigasi berjalan lancar.
Google secara berkala melakukan penyesuaian agar pengguna selalu mendapatkan rute terpendek dan pembaruan lalu lintas terkini.
Dengan integrasi teknologi AI seperti Gemini dan algoritma machine learning, Google Maps kini menjadi alat navigasi serba bisa.
Aplikasi ini tidak hanya menyediakan pembaruan lalu lintas secara real-time, kondisi cuaca, dan rekomendasi yang dipersonalisasi, tetapi juga membantu pengguna menemukan rute tercepat dengan informasi kontekstual yang meningkatkan pengalaman perjalanan.
Sumber Data di Balik Akurasi Rute Google Maps
Berikut ini empat sumber data di balik akurasi rute yang disuguhkan Google Maps:
1. Citra Satelit dan Data Udara
Google Maps memanfaatkan citra satelit beresolusi tinggi untuk memetakan jalan, tengaran (landmark), fitur alam, dan perkembangan perkotaan secara akurat. Data ini terus diperbarui secara berkala, termasuk informasi mengenai jalan baru, jalan yang ditutup, zona konstruksi, dan pembangunan infrastruktur.
Selain itu, aplikasi ini juga menggunakan citra udara yang diambil dari pesawat terbang untuk meningkatkan detail data, memastikan pemetaan yang akurat baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
2. Data GPS dari Ponsel Pintar
Google Maps juga mengandalkan data GPS yang dikumpulkan secara anonim dari jutaan ponsel pintar di seluruh dunia.
Ketika pengguna mengaktifkan Google Maps di perangkatnya, data lokasi akan dikirim kembali ke Google. Data ini membantu sistem menganalisis arus lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan kondisi jalan secara real-time.
3. Kamera dan Sensor Lalu Lintas
Google juga memanfaatkan kamera dan sensor lalu lintas yang terpasang di jalan utama atau jalan alternatif.
Data visual dan kondisi lalu lintas real-time yang didapat dari sumber ini diintegrasikan ke dalam Google Maps untuk memberikan laporan lalu lintas akurat, termasuk detail kecelakaan, pekerjaan konstruksi, dan penutupan jalan.
4. Kontribusi Pengguna dan Pemandu Lokal
Akurasi peta Google Maps meningkat pesat berkat program Local Guides. Lebih dari 300 juta pemandu lokal terus-menerus memberikan ulasan, foto, dan pembaruan yang membantu Google Maps memberikan wawasan mendalam tentang bisnis, tengaran, dan ruang publik.