Teknologi Bedah Robotik Da Vinci Xi, Bantu Dokter Lebih Presisi Saat Operasi

1 month ago 25
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi dalam dunia bedah terus berkembang seiring kebutuhan akan tindakan medis yang lebih presisi dan minim risiko. Salah satu teknologi yang kini digunakan adalah sistem bedah robotik Da Vinci Xi

Da Vinci Xi merupakan sistem bedah robotik yang membantu dokter melakukan operasi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi. Sistem ini dilengkapi empat lengan robotik generasi terbaru, kamera 3D High Definition dengan pembesaran hingga 10 kali, serta instrumen berukuran kecil yang mampu meniru gerakan pergelangan tangan manusia.

Dr. dr. Wifanto Saditya Jeo, SpB-KBD menjelaskan bahwa penggunaan Da Vinci Xi di Siloam Hospitals Kebun Jeruk telah dilakukan pada puluhan pasien dari berbagai bidang bedah.

“Jadi sudah lebih dari 53 pasien yang sudah ditangani di Siloam Kebun Jeruk, dan itu mencangkup semua sistem operasi robotik Da Vinci Xi. Baik itu dari bedah digesting, bedah urologi, dan bedah kebidanan,” ujarnya dalam Press Conference dan Grand Launching Siloam Robotic Center, Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025). 

Keamanan dalam Operasi Da Vinci Xi

Dalam penerapannya, operasi dengan Da Vinci Xi dilakukan melalui proses pelatihan yang ketat. Sebelum melakukan tindakan, dokter dan tim medis diwajibkan mengikuti pelatihan simulator, tindakan terfasilitasi robot, hingga memperoleh sertifikasi.

“Dalam proses bisa melakukan operasi itu kita memerlukan pelatihan dari simulator terlebih dahulu. Jadi dari simulator sesudah dengan simulator kita melakukan tindakan yang difasilitasi oleh robot ini,” kata Wifanto.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kendala teknis selama operasi. “Sejauh ini dari 50 kasus lebih yang ditangani tidak ada error yang terjadi, karena dari Da Vinci sendiri menyediakan teknisi yang siap mendampingi pada saat kita melakukan operasi,” ungkapnya.

Menurutnya, faktor presisi dan stabilitas sistem robotik juga berperan dalam menekan risiko komplikasi pascaoperasi.

Vision, gerakan, akurasi, stabilitas. Dari situ saja sudah akan mengurangi komplikasi-komplikasi seperti perdarahan, infeksi, kebocoran dari jahitan kita,” tegasnya.

Operasi Tetap Dikendalikan oleh Dokter Bedah

Meski menggunakan teknologi robotik, seluruh tindakan operasi tetap berada di bawah kendali dokter bedah. Robot berfungsi sebagai alat bantu yang menerjemahkan gerakan tangan dokter secara real-time.

Dr. Marto Sugiono, SpU (K), FRCS-Urology (UK) menegaskan hal tersebut. “Jadi tetap dilakukan oleh surgeon-nya. Jadi yang melakukan bukan robotnya. Robot itu hanya menolong kita,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sistem ini tidak digunakan secara coba-coba. “Sehingga tidak ada trial and error atau coba-coba,” kata Marto.

Presisi, Stabilitas, dan Visual 3D

Salah satu keunggulan Da Vinci Xi terletak pada sistem visualisasi tiga dimensi (3D) yang memberikan tampilan area operasi secara detail. Dokter mengoperasikan sistem melalui console dengan pandangan 3D.

“Jadi vision-nya untuk robotik itu kepala kita masuk di console sehingga itu 3D vision seperti main virtual reality,” jelas Marto.

Selain visual, sistem ini juga mampu menghilangkan getaran tangan dokter. “Nah karena tangannya robot kita yang mengontrol tidak ada tremor. dr. Wifanto kadang sudah operasi 10 jam pun, dia lelah pun robotnya tidak mengetahui dia tremor,” ungkapnya.

Dampak Pascaoperasi pada Pasien

Dari sisi pasien, penggunaan Da Vinci Xi berdampak pada ukuran luka dan rasa nyeri pascaoperasi. Menurut Wifanto, rasa nyeri pascaoperasi pada pasien relatif lebih ringan dibandingkan tindakan bedah konvensional.

“Jadi pengakuan pasien itu sakitnya lebih kurang. Hal ini karena pada saat kita lakukan operasi robot itu, kan dia presisi dan gerakannya sudah terukur,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa presisi tersebut membuat setiap pergerakan instrumen lebih terkendali selama operasi. “Jadi tidak ada gerakan-gerakan yang mungkin akan mengganggu luka operasi,” jelasnya.

Dari sisi teknis, sistem Da Vinci Xi juga dilengkapi teknologi yang menjaga agar instrumen tetap stabil selama operasi. Marto menjelaskan bahwa teknologi remote sensing pada sistem ini mengurangi pergerakan yang tidak perlu di area luka.

"Karena itu lukanya ini tidak gerak sebanyak konvensional laparoskopi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perbedaan tersebut berdampak pada kondisi jaringan setelah operasi. “Karena itulah luka-lukanya juga memarnya lebih sedikit,” tutur Marto.

Read Entire Article