Terungkap! Biang Kerok Ekonomi RI Sulit Tumbuh di Atas 5%

1 month ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom senior yang juga merupakan pendiri CReco Research Institute, Raden Pardede menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% dapat dicapai jika pemerintah berani melakukan transformasi pada kualitas tenaga kerja dan efisiensi sektor jasa.

Raden menjelaskan bahwa sebelumnya Indonesia pernah mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi. Pada tahun 1971-1975 yakni saat Orde Baru, pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 8,27%. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh kontribusi produktivitas faktor total atau Total Factor Productivity (TFP) yang tinggi.

Namun, TFP menunjukkan penurunan bahkan mencapai negatif sejak Orde Baru berakhir yakni pada 1996-2000. Sejak saat itu, pertumbuhan ekonomi hanya berada dalam kisaran 5%.

"Rata-rata, selama 20 tahun terakhir, kita memiliki 5%, yang berarti kontribusi tenaga kerja adalah 3%, kontribusi modal 2%, dan kontribusi produktivitas faktor total adalah 0%. Sekarang, bagaimana kita bisa melangkah ke masa depan dengan target emas tahun 2045? Menurut saya, tanpa angka 2, yaitu produktivitas faktor total, kita mungkin akan tetap pada angka 5%," ujar Raden dalam dalam diskusi di LPEM UI pada Senin (15/12/2025).

Maka dari itu, penurunan TFP menjadi krusial dalam pertumbuhan ekonomi. Hingga saat ini menurut Raden Indonesia masih terlalu bergantung pada sumber daya alam, tenaga kerja, dan akumulasi modal yang berujung pada penggunaan alokasi sumber daya yang tidak efisien.

Sementara dalam menyediakan pekerja dengan keterampilan tinggi Indonesia masih kesulitan. Maka dari itu, peningkatan produktivitas tenaga kerja berjalan lambat dan upah tetap rendah.

"Kita terjebak dalam manufaktur berketerampilan rendah, dan juga akomodasi grosir berketerampilan rendah. Dan itulah mengapa anda melihat tergesa-gesa dalam produktivitas tenaga kerja, dan pada saat yang sama, upah rendah. Jika kita tidak dapat meningkatkan keterampilan kita, maka kita terjebak di sana," ujarnya.

(mij/mij)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article