Harga Kokoa Naik, Ritel di Jepang Cari Bahan Alternatif untuk Hadiah Valentine

6 hours ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Cokelat Valentine Foto: Shutter Stock

Cokelat menjadi hadiah yang paling populer untuk Hari Valentine. Namun, jaringan department store besar di Jepang mulai mencari cara alternatif, baik dari sisi metode maupun bahan baku untuk menahan kenaikan harga cokelat, hadiah paling populer di musim ini. Upaya ini dilakukan di tengah terus meningkatnya biaya kakao dan logistik.

Department store Matsuya Co. di kawasan perbelanjaan Ginza, Tokyo, mulai menjual rangkaian baru berisi 10 jenis cokelat melalui toko daringnya. Produk tersebut dibuat dengan memanfaatkan buah-buahan serta bahan baku lokal Jepang. Sebagai respons atas kenaikan harga, Matsuya mengurangi penggunaan kakao di setiap produk, sekaligus mengedepankan keunikan dan nilai jual bahan pangan lokal yang digunakan.

Selain itu, Patisserie Couleur, toko pastry asal Shiojiri, Prefektur Nagano, akan membuka gerai di area khusus Matsuya Ginza mulai Rabu 11 Februari. Toko tersebut menjual produk berbahan biji soba Shinshu dan anggur Shine Muscat dengan harga 3.981 yen atau sekitar USD 25,7 per boks berisi delapan buah.

“Kami menggunakan buah dengan kualitas di luar standar dan mengganti bahan kemasan untuk menekan biaya,” ujar perwakilan toko, Takuya Sasaki, seperti dikutip dari The Mainichi, Minggu (8/2).

Sementara jaringan toko di bawah Takashimaya Co. menyiapkan aneka penganan yang menggunakan bahan pengganti cokelat tanpa kakao. Produk tersebut, termasuk hasil kreasi koki ternama, dijual dengan harga sekitar 650 yen lebih murah dibandingkan produk cokelat biasa. Langkah ini juga diambil setelah rata-rata harga produk yang dijual di Takashimaya naik sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu.

Sogo & Seibu Co. pun memperbanyak pilihan produk non-cokelat, seperti kue panggang dan permen kenyal, yang relatif tidak terdampak oleh kenaikan harga bahan baku.

Di Jepang, banyak perempuan memberikan cokelat kepada laki-laki yang ada dalam hidup mereka mulai dari suami, pacar, hingga ayah. Cokelat juga kerap dijadikan hadiah musiman bagi teman, rekan kerja, dan mitra bisnis.

Namun, survei Matsuya yang dirilis pada Januari menunjukkan adanya tren peningkatan pengeluaran untuk cokelat yang dikonsumsi sendiri. Untuk pertama kalinya, rata-rata anggaran pembelian cokelat pribadi tercatat melampaui 10.000 yen.

Matsuya pun menawarkan paket makanan manis khusus berbasis reservasi, di mana pastry chef menyiapkan hidangan langsung di hadapan tamu, dengan harga mencapai 18.700 yen. Sementara itu, Takashimaya akan kembali menggelar acara tahunan Amour du Chocolat! yang menampilkan berbagai cokelat edisi terbatas khusus Valentine.

Inflasi Bikin Perempuan Pikir-pikir Lagi Belanja Coklat Valentine

Ilustrasi perempuan Jepang memberikan cokelat ke pasangan saat hari Valentine. Foto: imtmphoto/Shutterstock

Tekanan inflasi yang kian membebani anggaran rumah tangga turut membuat minat perempuan memberikan cokelat pada Hari Valentine tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Temuan ini terungkap dalam survei terbaru yang dilakukan oleh sebuah lembaga riset pasar.

Dalam survei terhadap 2.500 perempuan dan anak perempuan berusia 15 hingga 79 tahun, sebanyak 42,8 persen responden menyatakan tidak memiliki rencana untuk memberikan cokelat. Angka tersebut naik 4,0 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.

Survei yang dilakukan oleh Intage Inc. pada 14–19 Januari itu menunjukkan penurunan terbesar terjadi pada pemberian cokelat kepada anggota keluarga, yang turun 4,4 poin dibandingkan 2025 menjadi 38,7 persen.

Pemberian cokelat kepada teman juga turun 2,1 poin menjadi 11,2 persen, sementara cokelat “wajib” untuk rekan kerja menurun 1,3 poin menjadi 7,9 persen.

Mayoritas perempuan bekerja menyatakan enggan mengikuti tradisi pemberian cokelat wajib kepada rekan kerja pria. Dari 787 responden terkait, sebanyak 85,4 persen mengatakan tidak ingin melakukannya. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak survei ini pertama kali dilakukan pada 2022.

Sebaliknya, proporsi perempuan yang berencana membeli cokelat untuk diri sendiri relatif stabil, hanya naik 0,3 poin menjadi 21,3 persen.

Rata-rata pengeluaran untuk cokelat Valentine tercatat naik 8,1 persen menjadi 4.943 yen atau sekitar USD 31,4. Namun, jumlah responden yang berniat membeli produk berkualitas justru menurun, mengindikasikan bahwa inflasi mulai menekan pembelian barang premium.

Survei terpisah mengenai harga cokelat yang dilakukan oleh Teikoku Databank Ltd. pada Selasa (3/2) menunjukkan harga rata-rata satu buah cokelat Valentine naik 4 persen secara tahunan menjadi 436 yen. Kenaikan ini menunjukkan mahalnya harga kakao serta biaya impor akibat melemahnya nilai tukar yen.

Sebagai perbandingan, harga rata-rata cokelat Valentine pada 2022 masih berada di level 355 yen.

Read Entire Article