Skema Penjualan Anak di Jakbar: dari Jakarta Berakhir di Suku Anak Dalam

1 day ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan keterangan saat rilis kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap anak dibawah umur di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: Darryl Ramadhan/Antara Foto

Polda Metro Jaya mengungkapkan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa seorang anak balita berinisial RZ dari Tamansari, Jakarta Barat. Ketika pencarian dilakukan, polisi menemukan korban berada di Suku Anak Dalam, Jambi dan juga menemukan 3 balita lain sebagai korban.

Kasat Reskrim Polda Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung, mengungkapkan kronologi pencarian RZ yang dijual oleh ibunya berinisial IJ (26). Awalnya menurut Arfan, berdasarkan kesaksian IJ beserta temannya AF yang turut menjadi pelaku, korban RZ sempat berada di Medan.

"Setelah bertemu dengan tersangka IJ yang pada saat itu sedang berada bersama tersangka AF, lalu saksi CN atau tante korban menanyakan keberadaan anak korban RZ. Namun pada saat itu tersangka AF mengatakan bahwa anak korban RZ berada di Medan di rumah saudara tersangka AF," ucap Arfan saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, pada Jumat (6/2).

"Sesampai di kantor polisi, tersangka IJ mengaku bahwa telah menjual anak RZ, ke tersangka WN. Tersangka WN lalu menjual RZ ke tersangka EM. Dan selanjutnya menjual tersangka EM menjual ke tersangka LN," sambungnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan keterangan saat rilis kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap anak dibawah umur di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: Darryl Ramadhan/Antara Foto

Perpindahan itu bukan sekedar pemindahan korban. Arfan menjelaskan bahwa RZ dijual kembali dengan harga yang makin tinggi oleh para tersangka hingga berakhir di Suku Anak Dalam, Jambi, oleh tersangka LN.

"Selanjutnya, kami sampaikan bahwa tersangka IJ bersama tersangka AF menjual anak korban RZ kepada tersangka WN sebesar kurang lebih Rp 17,5 juta. Lalu kemudian tersangka WN menjual anak korban RZ sebesar kurang lebih Rp 35 juta kepada tersangka EM. Lalu kemudian tersangka EM menjual anak korban RZ sebesar Rp 85 juta ke tersangka LN," tutur Arfan.

"Diketahui bahwa LN merupakan perantara jual beli anak di daerah pedalaman Sumatera," tambahnya.

Dengan alur demikian, pihak kepolisian melakukan pencarian hingga ke Suku Anak Dalam, Jambi, dan berhasil mengamankan 4 korban. Dalam kasus ini, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasubdit Jatanras AKBP Abdul Rahim, Dirreskrimum Kombes Pol Iman Imannudin (Tengah), Kasubdit Penmas Bidhumas Kompol Andaru Rahutomo saat menunjukkan barang bukti kasus tawuran periode tahun 2026 di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada Rabu (4/2). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Sementara Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannudin, mengatakan para tersangka kini telah ditahan di Polres Metro Jakarta Barat.

"Terhadap 10 orang tersangka yang saat ini sedang menjalani proses penyidikan di Polres Metro Jakarta Barat, telah dilakukan penahanan pada rumah tahanan Polres Metro Jakarta Barat," kata Iman.

Mereka disangkakan Pasal 76F juncto Pasal 83 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 17 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Mereka diancam pidana paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 600 juta.

Read Entire Article