Purbaya Mau Investasi Rp45 M Buat Kembangkan Mesin AI Ini di Bea Cukai

1 month ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Aplikasi dengan sistem kecerdasan buatan atau AI yang kini sedang dikembangkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bernama Trade AI belum memanfaatkan investasi khusus dari APBN. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Kita pakai resources yang ada, hardware yang ada, software yang ada, ya paling saya bayar gaji yang biasa," kata Purbaya di kawasan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Meski begitu, Purbaya menegaskan, ke depannya, pengembangan lanjutan sistem itu akan didukung dengan investasi senilai Rp 45 miliar untuk mengoptimalkan keberhasilan dalam memperkuat penerimaan negara dari sisi pengawasan kepabeanan.

Trade AI kata Purbaya memang telah dirancang untuk meningkatkan ketepatan analisis impor serta mencegah adanya manipulasi nilai transaksi. Teknologi ini dirancang untuk pendeteksian dini praktik under-invoicing, over-invoicing, dan potensi pencucian uang berbasis perdagangan, yang berpotensi menggerus penerimaan negara.

Dalam pengembangannya, Trade AI dilengkapi kemampuan analisis nilai pabean, klasifikasi barang, validasi dokumen, verifikasi asal barang, serta memberikan rekomendasi profil risiko importir.

Seluruh fungsi ini nantinya akan terintegrasi dengan sistem CEISA 4.0, sehingga memperkuat koordinasi dan pengambilan keputusan di berbagai lini pengawasan.

"Untuk ke depan, untuk pengembangan lebih dalam lagi, supaya lebih canggih di seluruh Indonesia, kita perkirakan perlu investasi sekitar Rp 45 miliar lagi untuk mengembangkan sistem IT-nya," tegas Purbaya.

Purbaya mengklaim, sistem ini sudah diuji coba untuk memperkuat pengawasan impor. Hasilnya, ada tambahan penerimaan negara dari pengawasan aktivitas ekspor impor senilai Rp 1,2 miliar usai keberadaan sistem itu. Maka, ia mengaku tak segan mengucurkan investasi dari negara dalam pengembangannya.

"Ketika kita coba cek lagi di lapangan segala macam, kita dapat Rp 1,2 miliar tambahan. Jadi lumayan itu. Tapi saya pikir sih masih terlalu kecil. Jadi, tapi gak apa-apa. Paling enggak first run sudah menghasilkan income yang clear seperti itu. Jadi ya kelihatannya proyek ini akan menguntungkan saya ke depan," papar Purbaya.

(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article