Proyek Pengganti LPG dari Batu Bara Bakal Disubsidi? Ini Kata ESDM

1 month ago 28
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat suara perihal wacana insentif untuk proyek pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG), tepatnya untuk program gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah sedang fokus menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) yang paling ideal untuk produk DME tersebut. Perhitungan tersebut untuk menentukan apakah produk substitusi energi tersebut memerlukan bantuan negara.

"Jadi kita lagi memperhitungkan berapa HPP untuk DME, kalau memang ada subsidi itu kan juga merupakan pengalihan subsidi dari untuk LPG yang ada saat ini," jelasnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut akan membuka 'karpet merah' bagi investor atau perusahaan yang ingin membangun industri hilirisasi batu bara, termasuk industri pengolahan dimethyl ether (DME) di Indonesia.

Hal ini ditegaskan Purbaya dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR RI, Senin (8/12/2025). Seperti diketahui, sebelumnya perusahaan Amerika Serikat (AS), Air Products, membatalkan investasi DME di Indonesia. Padahal, proyek ini sudah melalui tahap pencanangan batu pertama (groundbreaking) dan bekerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina (Persero).

"PTBA gagal, lalu ada perusahaan Amerika, ahli Dimethyl Ether. Investasi ini terbesar di Amerika, sudah siap investasi? Nggak juga, nggak bisa jalan, karena emang saya nggak tahu di mana salahnya. Waktu itu semangat untuk kritikannya tidak betul-betul dijalankan dengan baik," tutur Purbaya dalam Raker, dikutip Selasa (9/12/2025).

Purbaya mengungkapkan Kemenkeu akan memberikan insentif bagi perusahaan atau investor yang berniat mengembangkan hilirisasi batu bara. Adapun, dalam Raker ini, dia menjabarkan soal rancangan tarif bea keluar untuk komoditas ekspor batu bara. Besarannya akan berkisar 1%-5% pada 2026.

Ia mengatakan, besaran tarif itu sebetulnya serupa dengan tarif yang sudah dikenakan ke komoditas batu bara sebelum ditetapkan Undang-Undang Cipta Kerja bahwa komoditas itu bebas pengenaan perpajakan.

"Jadi saya balikin ke normal seperti itu. Sebelum Undang-Undang Cipta Kerja, range tarifnya 1-5%," ucap Purbaya saat ditemui di kawasan DPR, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Purbaya menekankan, tarif itu sudah didiskusikan dengan Kementerian ESDM, sehingga bisa didapati potensi target penerimaan bea keluar dari komoditas batu bara pada 2026 senilai Rp 20 triliun.

Ia mengatakan, melalui kebijakan normalisasi ketentuan perpajakan batu bara ini, akan terjadi kesetaraan pemberlakuan perpajakan, dari yang selama ini ia anggap timpang, karena pengusaha batu bara banyak yang mengajukan restitusi pajak saat harga jatuh namun tak memberikan sumbangan bea keluar.

Ia menganggap pemberlakuan komoditas ekspor batu selama ini serupa dengan pemerintah memberikan subsidi kepada orang kaya

"Sudah didiskusikan oleh ESDM. seharusnya mereka setuju karena saya enggak mau subsidi industri orang-orang kaya itu, masa net negative, kan rugi, jadi itu yang harus kita kejar," papar Purbaya.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article