Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam jumpa pers kegiatan cek kesehatan gratis (CKG) para santri di Jakarta, Senin (4/8/2025).
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Dalam beberapa hari terakhir, gelombang demonstrasi berlangsung di Jakarta dan sejumlah daerah. Sebagian aksi berjalan tertib, namun ada pula yang diwarnai kericuhan dan perusakan.
Untuk itu, Menteri Agama (Menag) Prof KH Nasaruddin Umar mengingatkan para pengunjukrasa agar tidak melakukan tindakan anarkis. "Menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga bangsa. Saya mengimbau para pendemo untuk tidak bertindak anarkis karena itu justru dapat merugikan semua pihak,” ujar Nasaruddin dalam siaran pers yang diterima pada Ahad (31/8/2025).
Menag juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menenangkan umat agar tidak mudah terprovokasi. Menurut dia, pesan-pesan keagamaan yang sejuk sangat diperlukan demi menjaga kohesi sosial.
“Saya mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan yang menjernihkan dan menyejukkan demi terus terjaganya kohesivitas sosial. Pesan yang menenangkan agar umat tidak terprovokasi,” ujar dia.
Nasaruddin juga berharap kepada penyuluh agama, penceramah, kiai, dan ustadz agar terus mengingatkan jamaah tentang pentingnya persatuan bangsa. Hal yang sama ditujukan kepada para pemimpin perguruan tinggi keagamaan.
“Sebagai pembina umat, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, cendekiawan dan akademisi sangat penting dalam menjernihkan dan menenangkan suasana,” kata dia.