Hari Pers Nasional: Mengenang Sosok Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia

1 day ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Mengenang Sosok Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia Mengenal dan Mengenang Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia(MI/Asha)

DALAM menyambut Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Februari, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) mengadakan acara yang bertajuk “3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional & Pelopor Jurnalis Perempuan di Indonesia.” Dalam mengawali acara ini, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyampaikan bahwa perjuangan untuk mengisi ruang-ruang informasi bagi perempuan masih belum berada pada fase yang “menenangkan.” 

“Kita masih harus terus menggerakkan upaya-upaya kita untuk memberi ruang informasi, khususnya bagi karya jurnalistik para perempuan,” ungkapnya, Jumat (6/2).

Meutya juga menjelaskan bahwa era digitalisasi menjadi peluang bagi para perempuan untuk menciptakan dan menulis medianya masing-masing. Baginya, ruang digitalisasi memberikan keuntungan sekaligus tantangan bagi para jurnalis perempuan untuk menyediakan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 

“Mari kita kembalikan karya-karya yang penuh rasa dan penuh data daripada emosi semata,” akhirnya dalam pidato sambutan tersebut.

Selain itu, acara juga menghadirkan penayangan film biografi Roehana Koeddoes yang menceritakan perjuangannya dalam mewujudkan emansipasi perempuan melalui upaya mengajar membaca dan menulis anak-anak perempuan di Koto Gadang hingga menghadirkan Amai Setia sebagai tempat bagi para perempuan untuk berkarya dan berpenghasilan sendiri.

Melalui penayangan film tersebut, para peserta dan tamu undangan diajak untuk mengenal sepak terjang Roehana yang namanya jarang terdengar oleh masyarakat luas.

Dalam sesi diskusi setelah penayangan film tersebut, para panelis dan peserta juga mengungkapkan bahwa sosok Roehana adalah perempuan yang hadir untuk “membebaskan” perempuan dari sebelum kata emansipasi itu dikenal. 

“Roehana memahami sesuatu yang modern di zaman itu,” komentar Najwa Shihab sebagai salah satu panelis.

Trini Tambu selaku Ketua Yayasan Amai Setia juga mengutip pernyataan Roehana Koeddoes bahwa kelompok perempuan perlu untuk diedukasi untuk kemajuan bangsa. Perjuangan Roehana turut berkontribusi dalam membentuk perempuan di masa kini yang berhasil menjadi pemimpin, termasuk dalam dunia jurnalistik.

“Saya rasa warisan terbesar dari Ibu Roehana adalah keyakinan bahwa pena dan pikiran seorang perempuan dari manapun bisa menggerakkan perubahan. Sekarang, pena dan pikiran itu ada di tangan kita semua. Pertanyaannya adalah bagaimana kita akan menggunakannya,” tutur Trini.

Perempuan dalam Dunia Jurnalisme

Selain membahas kehadiran Roehana Koeddoes dalam dunia jurnalisme, diskusi dalam acara tersebut juga membahas tentang peran dan tantangan para jurnalis perempuan. Wahyu Dyatmika selaku Ketua Umum AMSI menyebutkan bahwa ruang pers di Indonesia masih belum menjadi ruang aman bagi para jurnalis perempuan.

Hal ini disebabkan oleh adanya tantangan nyata yang masih dihadapi oleh para jurnalis tersebut, yaitu kekerasan dan diskriminasi berbasis gender.

Dalam diskusi, disebutkan bahwa kepemimpinan perempuan dalam ruang pers masih sangat dibutuhkan, tetapi ketiadaan ruang aman tersebut menjadi permasalahan yang nyata. Khairiah Lubis sebagai Ketua Umum FJPI turut menyinggung adanya SOP terkait penanggulangan dan penanganan kasus kekerasan seksual yang harus dimiliki oleh semua media sebagai langkah perlindungan para jurnalis perempuan.

Pesan yang tertera jelas dalam menyambut Hari Pers Nasional besok 9 Februari adalah untuk tetap menjaga ruang publik yang ada dan harus terus bersama-sama dalam bersuara.

Read Entire Article