Gaji di Atas Rp 4,5 Juta Sebulan Bebas Pajak 2026? Ini Penjelasan DJP

1 month ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah membuka opsi kenaikan ambang batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi perhatian publik.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun juga membuka opsi kenaikan batasan. Seperti diketahui, batas PTKP untuk wajib pajak individu saat ini tercatat sebesar Rp 4,5 juta per bulan atau Rp 54 juta per tahun.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli mengatakan pada prinsipnya DJP mendukung kajian kebijakan yang bertujuan memperkuat kesejahteraan masyarakat dan daya beli domestik, termasuk pembahasan mengenai ambang batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Menurutnya, pemerintah telah membuka ruang diskusi untuk meninjau kembali batas PTKP sebagai bagian dari upaya responsif terhadap dinamika perekonomian dan biaya hidup masyarakat.

"Pemerintah, termasuk tim di Kementerian Keuangan dan DJP, akan menimbang masukan berbagai pihak, serta memastikan setiap opsi kebijakan didasarkan pada analisis dampak yang komprehensif sebelum keputusan akhir diambil," ujar Rosmauli kepada CNBC Indonesia, Jumat (12/12/2025).

DJP saat ini melakukan evaluasi mendalam terkait rencana kenaikan PTKP dengan fokus pada dua aspek.

Pertama, kesehatan fiskal dan penerimaan negara. Pasalnya, perubahan PTKP akan memengaruhi basis Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan implikasinya terhadap realisasi penerimaan pajak nasional dalam konteks target APBN 2026.

"Ini mencakup proyeksi potensi perubahan penerimaan dan perluasan basis pajak melalui mekanisme kepatuhan," ujarnya.

Kedua, DJP akan memerhatikan dampak sosial-ekonomi, yakni mempertimbangkan efek kebijakan terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah dan menengah.

Evaluasi ini memperhatikan keseimbangan antara keringanan beban pajak bagi wajib pajak dengan kebutuhan pendanaan bagi fungsi pemerintahan dan pelayanan publik.

"Pendekatan evaluasi ini dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan data, sehingga hasil kajian dapat memberikan dasar kebijakan yang tidak hanya fiskal sehat tetapi juga pro-pertumbuhan dan inklusif," ujarnya.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article