China Serang Nelayan Tetangga RI, AS Buka Suara-Waspada Perang Asia

1 month ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungan penuh kepada Filipina setelah kapal-kapal nelayan negara itu diserang dengan meriam air oleh penjaga pantai China di Laut China Selatan (LCS). Insiden tersebut terjadi di Escoda Shoal atau Sabina Shoal, wilayah yang masih menjadi sengketa antara Manila dan Beijing.

Wakil juru bicara utama Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott mengecam keras tindakan tersebut. Pigott menegaskan AS berdiri bersama Filipina menghadapi apa yang disebutnya sebagai taktik China yang semakin berbahaya dan merusak stabilitas kawasan.

"Amerika Serikat mengutuk penembakan meriam air dan pemotongan tali jangkar nelayan Filipina di dekat Sabina Shoal oleh China. Tindakan agresif ini membahayakan warga Filipina yang mencari nafkah dari perikanan," ujarnya, seperti dikutip Newsweek, Selasa (16/12/2025).

Penjaga Pantai Filipina melaporkan sedikitnya tiga nelayan terluka dan dua kapal mengalami kerusakan signifikan akibat semburan meriam air bertekanan tinggi saat mereka beroperasi secara sah di perairan tersebut pada Jumat lalu. Filipina menyebut tindakan itu sebagai bentuk eskalasi berbahaya di wilayah yang berada dalam zona ekonomi eksklusifnya.

Di sisi lain, Penjaga Pantai China menuduh kapal-kapal Filipina melakukan tindakan provokatif di dekat atol yang diklaim Beijing sebagai Xianbin Jiao. Juru bicara Penjaga Pantai China, Liu Dejun, mengatakan langkah-langkah pengendalian diambil sesuai hukum China.

"Penjaga Pantai China akan terus melakukan operasi perlindungan hak dan penegakan hukum di perairan di bawah yurisdiksi China," ujarnya. Ia juga menegaskan klaim "kedaulatan yang tak terbantahkan" atas Kepulauan Spratly dan perairan sekitarnya.

Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, menyebut penjaga pantai China menargetkan sekitar 20 kapal nelayan dengan meriam air, melakukan manuver pemblokiran berbahaya, hingga memotong tali jangkar kapal.

"Ini adalah eskalasi yang kurang ajar yang membahayakan kapal dan awaknya di tengah arus kuat dan gelombang tinggi," kata Tarriela. Filipina kemudian mengerahkan dua kapal respons multiperan untuk memberikan bantuan kepada para nelayan.

Ketegangan ini kembali menyoroti klaim luas China di Laut China Selatan yang berlandaskan apa yang disebut sebagai "hak historis".

Klaim tersebut telah dinyatakan tidak memiliki dasar hukum oleh Putusan Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag pada 2016, namun tetap menjadi sumber konflik dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Filipina yang merupakan sekutu perjanjian pertahanan AS.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article