Bukan AI: Cerita Keluarga Bali yang Fasih Bahasa Prancis hingga Tiga Generasi

18 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
(Dari kiri ke kanan) I Made Darmika, I Wayan Dana, Ani Sanjaya Purba dan I Gede Raka Gemilang. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Video percakapan bocah laki-laki bernama I Gede Raka Gemilang (5 tahun) dengan kakeknya I Wayan Dana (69 tahun) menggunakan bahasa Prancis di area persawahan viral di media sosial.

Merci, mon Dieu, la vie est belle (Terima kasih, Tuhan, hidup ini indah),” kata Raka, seperti dilihat kumparan dari akun TikTok @AniquePurba, Sabtu (7/2).

On va regarder tout ce qui pousse dans la dang, dans les rizières (kita akan memandangi segala sesuatu yang tumbuh di sawah),” sambung Wayan Dana dalam video tersebut.

Warganet kagum melihat kemahiran kakek dan cucu itu berbahasa Prancis. Namun, sebagian warganet justru menduga video tersebut merupakan hasil produksi konten kecerdasan buatan (AI).

Ibu Raka, Ani Sanjaya Purba (36), tertawa tak menyangka video yang diunggah di akun Instagram miliknya disebut sebagai konten AI. Ani menanggapi hal itu dengan santai dan berharap video tersebut tersebar untuk hal-hal positif.

“Ada yang ambil video itu lalu diposting ulang dan disebut keluarga petani dari Bali, padahal bukan. Kami sekeluarga memang pemandu wisata. Ada pula yang komentar bilang konten AI. Ya, kami di rumah ketawa saja, namanya juga media sosial,” kata Ani saat ditemui di Pantai Sanur, Kota Denpasar, Sabtu (7/2).

Wayan Dana: 38 Tahun Jadi Pemandu Wisata

Kemahiran keluarga ini berbahasa Prancis berawal dari kegigihan I Wayan Dana semasa muda. Ia telah bekerja di dunia pariwisata sejak usia 17 tahun.

Awalnya, Wayan Dana bekerja sebagai pramusaji di sebuah restoran kawasan wisata Sanur sekitar tahun 1987. Saat itu, wisatawan yang paling banyak datang adalah mereka yang menggunakan bahasa Prancis, seperti turis dari Prancis, Belgia, Swiss, Kanada, dan negara lainnya.

Para pramusaji kesulitan berkomunikasi dengan turis Prancis karena mereka jarang menggunakan bahasa Inggris. Akibatnya, pramusaji kerap meminta bantuan pemandu wisata ketika turis Prancis hendak memesan hingga membayar makanan.

Wayan Dana pun terpaksa menghafal kata demi kata yang diucapkan turis Prancis, mulai dari nama menu hingga angka untuk pembayaran.

Di sisi lain, ia justru terpukau dengan turis Prancis. Menurutnya, logat mereka terdengar asyik, berpengetahuan luas, jujur, dan bijaksana.

“Asyik bergaul dengan orang Prancis. Pengetahuan umum dan budayanya bagus karena mereka sering bepergian. Pengucapan bahasanya juga enak didengar. Itu yang membuat saya belajar bahasa Prancis,” ujarnya.

Wayan Dana memutuskan belajar bahasa Prancis secara serius hampir satu tahun sambil tetap bekerja di restoran.

Menurutnya, bahasa Prancis relatif mudah dipelajari karena menggunakan abjad yang sama dengan bahasa Indonesia. Tantangannya terletak pada pengucapan yang membutuhkan latihan terus-menerus.

Ia juga merasa terbantu karena kecintaannya pada bahasa, termasuk belajar nama-nama fauna dan satwa dalam bahasa Latin, serta kebiasaannya berkomunikasi langsung dengan turis.

“Untungnya abjad Prancis dan Indonesia sama. Tapi untuk mengucapkan huruf ‘u’, orang Indonesia memang agak susah,” katanya.

Setelah mahir, Wayan Dana memutuskan menjadi pemandu wisata. Saat itu, jumlah pemandu wisata berbahasa Prancis resmi masih sangat terbatas.

Ia tak ingin kemahiran tersebut berhenti pada dirinya. Ketiga anaknya diwajibkan mengikuti les bahasa Prancis. Baginya, bahasa asing sama pentingnya dengan ilmu lain dan pasti berguna.

Wayan Dana pensiun sebagai pemandu wisata pada 2025 setelah 38 tahun bekerja. Kondisi fisiknya tak lagi memungkinkan untuk menemani turis Prancis yang gemar berpetualang.

Namun, ia tetap aktif. Setelah pandemi berakhir, Wayan Dana mengikuti kursus pijat dan membuka jasa pijat bagi wisatawan mancanegara di Sanur.

“Kalau bahasa bisa Inggris. Dulu pernah belajar Jepang, tapi memang paling tertarik mendalami Prancis,” katanya.

I Made Darmika: Ketemu Jodoh Jago Bahasa Prancis

Kemahiran Wayan Dana berbahasa Prancis diwariskan kepada salah satu anaknya, I Made Darmika (40).

Made Darmika merupakan lulusan Bahasa Jepang. Setelah lulus, ia bekerja sebagai buruh di sebuah agen travel. Di sana, ia bertemu Ani, perempuan lulusan Bahasa Prancis asal Sumatera Utara. Keduanya satu kantor sekitar tahun 2012 dan kemudian menikah. Dari pernikahan itu, lahirlah Raka.

“Jodoh siapa yang tahu, kebetulan kami sama-sama bisa bahasa Prancis,” kata Ani sambil ter...

Read Entire Article