BRIN Pelototi Pidana Korupsi di Indonesia, Kritik Keras Bagian Ini

1 month ago 15
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Penegakan hukum di Indonesia, terutama untuk tindak pidana korupsi (tipikor) dinilai masih belum jelas dan membuat masyarakat menilai kurang tegasnya hukum di Indonesia. Kepala Pusat Riset Hukum Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nawawi menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas dan konsistensi penegakan hukum tindak pidana korupsi.

"Evaluasi menjadi penting untuk efektivitas dan konsistensi penegakan hukum tipikor," kata Nawawi dalam Seminar Refleksi Akhir Tahun 2025 BRIN, dikutip Selasa (16/12/2025).

Nawawi menambahkan meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menorehkan capaian yang signifikan pada periode 2020-2024, tetapi tantangan pemberantasan korupsi masih sangat besar.

Pada semester I-2025, lebih dari 2.200 laporan dugaan korupsi masuk ke KPK. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi KPK, saat lembaga antirasuah tersebut menangani 600 perkara dalam periode 2020-2024 dan pemulihan kerugian negara mencapai lebih dari Rp2,5 triliun, serta tingkat kepatuhan LHKPN sebesar 96,67%.

Peneliti Riset Teori dan Doktrin Hukum BRIN, Harison Citrawan menilai wacana korupsi di Indonesia masih terlalu berfokus pada besaran kerugian negara. Menurutnya, inti korupsi seharusnya dilihat dari unsur kesalahan dan kelayakan untuk dipersalahkan, bukan semata nominal kerugian.

Ia menegaskan, laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merupakan alat bantu pembentukan keyakinan hakim, bukan kebenaran absolut.

"Fokus berlebihan pada angka, lanjutnya, berpotensi menutupi pertanyaan mendasar mengenai siapa yang sebenarnya menikmati hasil korupsi dan menjadikan penegakan hukum menyerupai "keadilan aktuarial"," kata Harison, mengutip keterangan di situs resmi BRIN.

Di sisi lain, Peneliti Riset Ketatanegaraan BRIN Zaihan Harmaen menyoroti fragmentasi regulasi antikorupsi yang justru menyulitkan penegak hukum. Adanya tumpang-tindih aturan, seperti Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi, UU KPK, UU TPPU, serta KUHP baru, dinilai membuka ruang perdebatan hukum dalam setiap penanganan perkara.

Ia juga mengkritik perubahan UU KPK di 2019 yang menempatkan KPK dalam rumpun eksekutif dan menjadikan pegawainya sebagai aparatur sipil negara.

"Selain perbaikan regulasi dan kelembagaan, budaya hukum masyarakat memegang peranan penting dalam pencegahan korupsi," ujar Zaihan.

Sementara itu, Peneliti Riset Hukum Pidana BRIN Budi Suhariyanto mengatakan, hukum pidana sebaiknya menjadi ultimum remedium atau jalan terakhir. Ia mendorong pemanfaatan mekanisme administrasi dan pendekatan restoratif, termasuk praktik deferred prosecution agreement (DPA) dan penyelesaian perkara korporasi di luar pengadilan.

Budi juga menyoroti maraknya korupsi di sektor perizinan daerah, kehutanan, hingga praktik korupsi peradilan.

"Banyak kasus saat ini bukan lagi didorong oleh kebutuhan, melainkan oleh keserakahan," terang Budi.

Budi menambahkan, pertanggungjawaban pidana korporasi menjadi isu krusial mengingat kerugian negara yang mencapai triliunan rupiah.

Meski regulasi memungkinkan korporasi didakwa secara langsung, namun tantangan pembuktian masih besar. Ia juga menekankan perlunya kajian mendalam terhadap konsep diskresi, khususnya di lingkungan BUMN, agar tidak terjadi kriminalisasi kebijakan yang sah.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article