ORGANISASI masyarakat sipil yang konsen pada pemenuhan hak-hak anak di Indonesia, Save the Children Indonesia, menyalurkan 500 paket perlengkapan hunian sementara dan bahan makanan kepada masyarakat terdampak banjir di Sumatra, hari ini. Mereka menempuh jalur laut untuk sampai ke lokasi banjir di Aceh Tamiang, Aceh.
“Bantuan yang kami distribusikan hari ini setidaknya dapat membuat anak-anak tidur dengan nyaman di pengungsian, dan kebutuhan makanan mereka terpenuhi,"kata Direktur Humanitarian Save the Children Indonesia Fadli Usman dalam keterangan tertulis, Selasa, 2 Desember 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Kami terus berupaya menjadi jalur alternatif agar bisa menembus lokasi yang sama sekali belum mendapatkan bantuan. terutama anak-anak yang belum dievakuasi.”
Save the Children Indonesia memobilisasi tim untuk menjangkau wilayah yang paling sulit diakses, termasuk Kabupaten Langkat dan Nias Selatan, Sumatera Utara; serta Aceh Tamiang, Aceh. Team Leader Respons Save the Children Indonesia, Muhammad Hatma, mengatakan timnya di lapangan melaporkan bahwa masih banyak akses jalan yang terputus, wilayah terendam, serta sejumlah desa yang terisolasi karena longsor dan tingginya permukaan air.
Muhammad bercerita, timnya bisa menembus Aceh Tamiang hanya melewati jalur laut. Tim Save the Children membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk menyebrang dari Besitang, Kabupaten Langkat, ke Aceh Tamiang.
“Pelabuhan sangat padat hari ini karena semua bantuan menuju Aceh Tamiang hanya bisa melewati jalur ini,” kata Muhammad.
Di beberapa lokasi, masyarakat sempat menunda evakuasi karena khawatir banjir akan datang lagi. Prediksi warga itu terbukti karena hujan mengguyur sehingga mengakibatkan terjadinya banjir lagi.
Muhammad mengatakan banyak warga, terutama anak-anak, terjebak di dalam rumah. Mereka tidak sempat menyelamatkan barang miliknya dan terpaksa mengungsi mendadak dalam kondisi minim persiapan. “Bahkan beberapa diantara mereka masih belum dapat dievakuasi,” ujarnya.
Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terjadi sejak pekan lalu. Sesuai dengan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Desember 2025, sebanyak 3,2 juta jiwa terdampak banyak. Lalu sebanyak 1,1 juta jiwa mengungsi.
Korban meninggal akibat bencana ini sebanyak 659 orang dan 475 orang masih dinyatakan hilang.
Muhammad mengatakan ribuan anak menjadi kelompok paling rentan dalam situasi bencana seperti ini. Kondisi meraka akan rentan karena kehilangan tempat tinggal, terisolasi, dan memiliki keterbatasan akses ke bantuan dasar.

4 days ago
17



















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5388734/original/056573700_1761129677-Zicky_soal_stroke.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369745/original/043897200_1759479019-Screenshot__72_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346204/original/017615400_1757581335-20250909_111844.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354573/original/075950200_1758257804-20250917_142736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5376868/original/047746000_1760063007-WhatsApp_Image_2025-10-10_at_09.10.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387338/original/089453500_1761038093-IMG-20251021-WA0093__1_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349424/original/065581400_1757922127-IMG-20250915-WA0141.jpg)

