Pasukan "ala NATO" Ini Siap Ambil Alih Ukraina, Jadi Lawan Baru Rusia

1 month ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Kans jaminan keamanan bagi Ukraina pascagencatan senjata masih bersifat jangka panjang, namun Jerman menegaskan bahwa skema yang tengah dibahas Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dapat mencakup penggunaan pasukan penjaga perdamaian untuk menghadapi pelanggaran Rusia, jika kesepakatan damai benar-benar terwujud.

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan di bawah jaminan pascagencatan senjata yang disediakan Amerika Serikat dan Eropa, pasukan penjaga perdamaian berpotensi bertindak aktif untuk menahan atau mengusir pasukan Rusia dalam kondisi tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Merz dalam wawancara dengan televisi publik Jerman, ZDF, seraya menekankan bahwa skenario tersebut masih jauh dari realisasi.

Menjawab pertanyaan mengenai rincian jaminan keamanan yang dibahas Amerika Serikat dalam pertemuan di Berlin pada Senin bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Merz mengatakan para penjamin harus siap bertindak jika Rusia melanggar ketentuan gencatan senjata.

"Kami akan mengamankan zona demiliterisasi di antara pihak-pihak yang bertikai dan, untuk lebih spesifik, kami juga akan bertindak terhadap serbuan dan serangan Rusia yang bersesuaian. Namun, kami belum sampai ke tahap itu," kata Merz, dikutip Rabu (17/12/2025).

Ia menilai komitmen yang ditunjukkan Washington sebagai perkembangan penting. "Fakta bahwa Amerika telah membuat komitmen seperti itu, melindungi Ukraina jika terjadi gencatan senjata seolah-olah wilayah NATO, menurut saya merupakan posisi baru yang sangat signifikan dari Amerika Serikat," ujarnya.

Hingga kini, Rusia belum menyetujui gencatan senjata yang disebut AS dan Eropa sebagai prasyarat bagi pemberian jaminan keamanan. Moskow juga belum menyepakati keberadaan pasukan Barat di darat Ukraina untuk membantu mengakhiri perang skala penuh yang dimulai ketika Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Dalam wawancara yang sama, Merz juga menyinggung perdebatan mengenai penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk mendanai pertahanan Ukraina. Ia memperkirakan peluang tercapainya kesepakatan di tingkat Eropa berada di kisaran "50:50".

Menurut Merz, langkah tersebut menjadi krusial mengingat Ukraina akan membutuhkan pendanaan setidaknya dua tahun lagi setelah paket pendanaan Eropa saat ini berakhir pada kuartal pertama 2026.

"Ada keberatan di seluruh Eropa, dan saya bisa memahami keberatan-keberatan itu," ujarnya. "Namun ... jika kita tidak bertindak sekarang dan membuat keputusan yang bisa kita ambil untuk menghentikan laju kemajuan tentara Rusia, lalu kapan kita akan melakukannya?"

Merz juga menanggapi nada keras terhadap Eropa dalam Strategi Keamanan Nasional terbaru Amerika Serikat. Ia mengatakan sikap tersebut tidak mengejutkannya, karena sejalan dengan berbagai kritik yang sebelumnya disampaikan Wakil Presiden AS JD Vance dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich awal tahun ini.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article