Ekonomi Rusia "Mati" Pelan-Pelan, Defisit Anggaran Membengkak

3 days ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Defisit anggaran publik Rusia berpotensi membengkak hingga hampir tiga kali lipat dari target resmi pemerintah pada 2026. Situasi ini muncul seiring merosotnya pendapatan minyak akibat diskon harga yang dalam dan melemahnya permintaan dari negara pembeli utama seperti India.

Seorang sumber yang dekat dengan pemerintah Rusia mengatakan kepada Reuters, defisit anggaran diperkirakan bisa melebar menjadi 3,5%-4,4% dari produk domestik bruto (PDB), jauh di atas target pemerintah sebesar 1,6% PDB.

Perkiraan tersebut didasarkan pada perhitungan ekonom dari lembaga think tank yang terkait dengan pemerintah, yang tidak direncanakan untuk dipublikasikan. Perhitungan itu menunjukkan pendapatan energi Rusia berpotensi turun 18% dibandingkan dengan rencana anggaran resmi, sementara belanja negara justru berpeluang meningkat 4,1%-8,4%.

"Situasi anggaran memburuk tajam. Pendapatan akan lebih rendah dan pengeluaran lebih tinggi," ujar sumber tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitivitas isu fiskal Rusia.

Secara total, pendapatan anggaran Rusia diperkirakan turun 6% dari target menjadi 37,9 triliun rubel, setara sekitar US$494,78 miliar atau sekitar Rp7.420 triliun.

Tekanan pada fiskal Rusia mencerminkan dampak lanjutan dari sanksi Barat, yang membuat minyak Rusia diperdagangkan dengan diskon lebih dari 20% dibandingkan harga patokan internasional. Selain itu, penguatan rubel sekitar 45% terhadap dolar AS sepanjang tahun lalu turut menekan penerimaan negara, karena pajak minyak dihitung dalam dolar tetapi dibayarkan dalam rubel.

Perhitungan tersebut juga mengasumsikan penurunan pembelian minyak India sebesar 30%, meskipun dilakukan sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah membujuk India untuk menghentikan impor minyak dari Rusia.

Di sisi lain, data resmi pemerintah Rusia menunjukkan pendapatan energi pada Januari hanya mencapai 393,3 miliar rubel, atau sekitar Rp76,9 triliun, terendah sejak Juli 2020.

Cadangan Fiskal di Ujung Tanduk

Rusia masih memiliki cadangan fiskal sekitar 4,1 triliun rubel (sekitar Rp803 triliun) yang dapat digunakan untuk menutup defisit. Namun, para analis memperingatkan cadangan tersebut bisa terkuras dalam waktu sekitar satu tahun jika tren penurunan pendapatan terus berlanjut.

Meski demikian, sumber Reuters menilai kondisi ini belum mengarah pada krisis ekonomi total.

"Ini bukan bencana. Ini sesuatu yang sebenarnya bisa dibiayai, tetapi bukan dengan suku bunga setinggi sekarang," katanya, seraya menambahkan bahwa Kementerian Keuangan kemungkinan akan mengusulkan pemangkasan belanja.

Namun, langkah tersebut dinilai berisiko di tengah perlambatan ekonomi Rusia, yang mulai terasa setelah bank sentral menaikkan suku bunga ke level tertinggi sejak awal 2000-an untuk meredam inflasi.

Beberapa asumsi dalam anggaran negara Rusia saat ini, termasuk rencana penurunan kecil belanja militer, disebut sumber tersebut sebagai "tidak realistis."

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menegaskan bahwa menjaga keseimbangan anggaran merupakan kunci stabilitas ekonomi negara di tengah tekanan sanksi.

"Keseimbangan anggaran adalah salah satu fondasi utama untuk menjaga stabilitas keuangan dan ekonomi kami. Ini indikator yang tidak boleh didestabilisasi," kata Novak awal Februari lalu.

Dengan harga minyak Rusia yang terus berada di bawah harga batas (cut-off) US$59 per barel, pemerintah berencana menurunkan batas tersebut US$1 per tahun agar mekanisme dana cadangan fiskal tetap berjalan ketika harga minyak global kembali naik.

Namun, dengan pendapatan energi yang terus seret, ruang fiskal Rusia pada 2026 diperkirakan akan semakin sempit, dan target defisit pemerintah kian sulit dipertahankan.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article